GENGSI MEMBAWA SENGSARA

00.36 0
GENGSI MEMBAWA SENGSARA

2 Timotius 2:15
"Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah  malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu"

Andre sebagai seorang sales supervisor mempunyai hobi menggoda cewek. Dia akan selalu bersikap sok bos dan sok kaya kalau sedang bercakap-cakap dengan cewek. Suatu hari andre diminta membawa satu kardus besar katalog buku dan brosur pameran. Karena lokasi pparkir mobil dengan lokasi pameran agak jauh dan jasa portir juga tidak ada, maka andre terpaksa membawa dengan celungukan melihat ke kanan dan ke kiri dibawanya kardus itu ke atas punggungnya. Andre malu kalau ada temannya atau ada cewek yang berpapasan melihat dia sedang menanggul kardus.

Pada saat masuk pintu utama, dia melihat banyak cewek-cewek cantik yang sedang duduk-duduk disekitar itu. Saat itu juga dia membelokkan arahnya dan langsung meletakkan kardus yang dipanggulnya ke lantai. Dia merapikan rambut dan bajunya dengan maksud masuk ke arena stan pameran buat pintu utama tanpa membawa kardus. Dia bermaksud menyuruh sales yang jaga stan nanti yang akan mengambilnya.

Dengan berlagak bos dan berlagak seperti orang kaya dia melewati kerumunan cewek-cewek yang ada disekitar pintu masuk. Andre merasa semua cewek akan memperhatikan dia. Andre tidak sadar dan tidak tahu bahwa sesungguhnya cewek-cewek yang ada di situ tidak ada satupun yang memperhatikan dia sama sekali.

Sales yang disuruh mengambil kardus tergopoh-gopoh ke bagian informasi, minta diumumkan atas kehilangan sebuh kardus.

Manusia selalu tidak sadar, gengsi pribadi selalu mengalahkan segalanya. Pekerjaan yang menjadi tumpuan hidupnya dan keluarganya selalu disepelekan dan tidak diakuinya. Andre tidak mengakui, bahwa dari pekerjaan seperti itulah dia dan keluarganya mendapatkan rezeki dan kesejahteraan hidup tiap bulan. Kenikmatan yang telah dianugrahkan Tuhan telah dikesampingkan.

Dalam kitab suci tertulis "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda., sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

KESEMPURNAAN ROH, JIWA DAN TUBUH

19.52 0
KESEMPURNAAN ROH, JIWA DAN TUBUH

Yesaya 61:3
“Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telh mengurapi aku, ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyi puji-pujan ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka  ‘pohon terbantin kebenaran’, ‘tanaman Tuhan’ untuk memperlihatkan keagunganNya”.

Ketika mengutip nubuatan ini, Yesus hanya membacakan hingga “tahun rahmat Tuhan” dan Ia menmbahkan kata-kata “telah datang” Namun bagian selanjutnya dari nubuat Yesaya ini tidak Ia kutip. Hal ini karena bagian tersebut berkaitan dengan kedatanganNya yang kedua kali yang akan Ia genapi pada masa yang akan datang.

KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI

Kedatangan yesus yang kedua kali adalah sebuah peristiwa yang akan mengubah segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta ini. Masa kasih karunia yang begitu lama Tuhan berikan kepada manusia (tahun rahmat Tuhan), akan ditutup dengan sebuah masa penghakiman Tuhan yang singkat (hari pembalasan Allah). Bagi orang yang tidak percaya hal ini akan membawa mereka masuk ke dalam penghukuman kekal di neraka.

Sebaliknya orang pecaya yang bertobat dan setia, akan menerima penghiburan yang kekal, mereka akan mendapatkan mahkota (perhiasan kepala) sebagai upah, mereka akan menghadiri pesta perjamuan kawin Anak Domba, mereka akan memuji dan menyembah Tuhan selama-lamanya, mereka akan menjadi umat Tuhan yang kokoh seperti pohon Tarbantin sebagai tanda dari kemuliaan dan keagungan Tuhan.

TUBUH YANG KEKAL

Salah satu hal yang dinanti-nantikan oleh orang percaya adalah hari dimanan Tuhan Yesus menjemput kita dan memberikan kita Tubuh Kemuliaan. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukakatakan kepada mu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia, kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kit semua kan diubah. (1 korintus 15:50-52). Rasul Paulus menulis bahwa tubuh kemuliaan adalah tubuh sorgawi yang tidak bercacat cela dan yang tidak dapat binasa. Karena sorga tidak dapat menerima tubuh alamiah. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa mereka yang dihukum masuk ke neraka juga harus mengenakan tubuh yang tidak binasa ketika mereka dilemparkan ke dalam lautan api. Jika tidak maka hukuman neraka tidak dapat disebut sebagai hukuman kekal.

Kekekalan tubuh merupakan upah bagi orang percaya yang hidup dengan disiplin mematikan perbuatan-perbuatan dagingnya dan konsekuensi bagi orang yang berbuat jahat. Oleh karena itu adalah sangat keliru jika ada pengajaran yang mengatakan bahwa jika seorang percaya berdosa, maka dosa tersebut hanya dilakukan di dalam tubuh jasmani dan tidak ada kaitannya dengan keselamatan, karena roh dan jiwa sudah diselamatkan.

Disepanjang Alkitab berulang-ulang penulis-penulis Alkitab mengajarkan orang percaya untuk menjauhi dosa yang dilakukan secara fisik. Daud berseru kepada Tuhan setelah ia melakukan perzinahan dengan Betseba “jangan lh membuang aku dari hadapan Mu, dan janganlah mengambil roh Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:13). Jika memang dosa yang dilakukan oleh tubuh tidak memiliki akibat terhadap keselamatan, mengapakah Daud berseru agar Tuhn tidak mengambil Roh Nya?

Ketika rasul paulus menulis kepada jemaat di Roma Ia juga berseru “Aju, manusia celaka! Siapakah yng akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24). Paulus mengatakan bahwa ia manusia celaka karena ia memiliki tubuh yang cenderung suka akan dosa. Jika memang perbuatan yang dilakukan oleh tubuh tidak memiliki akibat kepada keselamatannya, mengapa ia berseru bahwa ia manusia celaka? Paulus juga memperingatkan kepada jemaat Dikorintus “tidak tahu kah kamu, bahwa kamu uadalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (1 Korintus 3:16-17).

Sejak Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, “shekinah Glory” atau kemuliaan Tuhan tidak lagi hanya hadir di atas tutup pendamaian di dalam ruang Maha Kudus di bait suci di Yerusalem, tetapi sudah hadir dalam setiap tubuh orang percaya dalam rupa pribadi Roh Kudus. “Didalam Dia kamu juga , karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanMu. Di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, di meteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan Nya itu. (Efesus 1:7).

HIDUP MENURUT DAGING ATAU MENURUT ROH

“MaksudKu ialah, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging”. Galatia (5:16). Apakah yang dimaksud dengan hidup menurut Roh? Perhatikan bahwa kata Roh dalam ayat diatas menunjuk kepada Pribdi Roh Kudus, ini artinya menyerahkan diri kita untuk dibimbing, diajar, ditegor, dilatih oleh Roh Kudus. Namun pilihan tetap ada pada diri kita. Berhati-hatilah dengan pengajaran sesat yng dapat menarik kita ke dalam kematian kekal.

KESELAMATAN KARENA KASIH KARUNIA OLEH IMAN

19.33 0
KESELAMATAN KARENA KASIH KARUNIA OLEH IMAN

Bilangan 6:24-26
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan  menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Kekristenan tidak bisa lepas dari kasih karunia. Sejak kecil kita diajar tentang budi pekerti dan etika. Kita juga diajar bahwa harus menjadi anak baik dan berbuat baik agar bisa masuk surga. Tapi apakah perbuatan baik bisa membawa seseorang untuk mendapatkan keselamatan ?

Yeyasa 64:6 menuliskan bahwa kesalehan manusia seperti kain kotor dan orang yang menjamahnya menjadi najis. Kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman, yang diberikan Allah secara Cuma-Cuma dan bukan hasil usaha atau pekerjaan kita ( Efesus 2:8 ). Kekristenan adalah kasih karunia dan keselamatan tidak perlu ditambah dengan perbuatan. Kalau mengerjakan keselamatan dengan hukum Taurat seperti dalam perjanjian lama, kita lepas dari kristus dan kasih karunia. Galatia 5 : 4 Berkata , “ kamu lepas dari kristus, jikalau kam mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup diluar kasih karunia.”

Kata “Dosa” dalam bahasa yunani adalah hamartia yng berarti meleset dari target atau tanda atau menyimpang dari hukum Tuhan / melanggar hukum Tuhan. Jadi dosa adalah tidak melakukan perintah Tuhan sebagaimana mestinya. Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan kemampuan untuk melakukan apa yang semestinya, Saul melakukan sebagian kehendak Tuhan, tetapi Daud melakukan segala kehendak Tuhan pada waktunya.

Roma 6:23 berkata, “sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah  hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan Kita.” Dosa harus disucikn dengan darah kristus dan tidak bisa dihapus dengan persembahan manusia. Tuhan Yesus datang ke dunia ini 2.000 tahun yang lalu, naik ke atas kayu salib dan memberi hidup Nya sebagai penebus dosa manusia.  Dosa bukan di tutupi tetapi dihapus karena pengorbanan Kristus.  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 korintus 5:17).

Hidup yang kekal diberikan kepada anak Nya. Barang siapa menolak anak, akan jauh dari hadirat Tuhan. Roma 10:10 berkata bahwa, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang orang mengaku dan diselamatkan.” Barang siapa yang percaya dan mengaku, akan beroleh keselamatan. Ibrani 7:26-27, “Sebab imam besr yang demikianlah yang kita perlukan : yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukanNya satu kali untuk selama-lamanya, ketika ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban.”

Dalam perjanjian lama, seorang imam besar harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri. Imam Besar Agung tidak perlu mempersembahkan dirinya berkali-kali. Ketika disalibkan, sebelum menyerahkan nyawaNya, Yesus berkata “sudah selesai” (Yohannes 19:30). Pengorbanan Tuhan Yesus menyelesaikan semua hutang dosa, cukup satu kali untuk selama-lamanya ketika ia mempersembahkan dirinNya  sendiri sebagai korban.

Keimanan dalm Perjanjian Lama adalah menurut versi keimanan Harun, yaitu hanya suku lewi yang menjadi iman. Sedangkan keimanan dalam Perjanjian Baru adalah menurut versi keimanan Melkisedek di mana Yesus kristus adalah Kepala dan Gereja adalah Tubuh Kristus. Rahasianya adalah persekutun antara jemaat dengan kristus, antara pokok anggur dan cabang-cabangnya. “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan kristus dan jemaat.” (Efesus 5 :32) saat tubuh melekat pada kepala, pengurapan akan turun. Pada waktu ranting meekat pada poko, pasti akan berbuah. Aset gereja adalah milik Tuhan karena Pemimpin dan Kepala Gereja adalah Kristus.

Dosa lahir dari keinginan. Hukum Taurat berkata ‘jangan mengingini’. Selama kita masih hidup dalam daging, dosa masih bekerja. Dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui. Dosa yang diakui dan di ampuni tidak membawa kepada maut. Kalau kita bersalah dan mengaku, Tuhan adalah setia  dan adil dan akan mengampuni kesalahan serta pelanggaran kita. Roma 5:20-21 berkata “Tetapi Hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah supaya sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikia kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”.

Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum taurat. Bangsa israel mengenal dosa setelah hukum Taurat diberikan. Di manan pelanggaran semakin bertambah, di sana kasih karunia juga semakin bertambah. Tapi dengan berlimpahnya kasih karunia, tidak berarti kita boleh bertekun dalam dosa.  Roma 6 :1-2  berkata , “jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya makin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup didalamnya”.

Bagaimana kita menjalankan hidup kekristenan kita ? Setelah selamat, kita harus hidup dalam takut akan Tuhan dan membangun iman kita. Filipi 2:12 berkata, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”. Keputusan untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar adalah pilihan bebas. Jika memilih untuk berdosa terus dan tidak mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, hal tersebut dapat menyebabkan kita kehilangan kasih karunia.