Bilangan 6:24-26
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
Kekristenan tidak bisa lepas dari kasih karunia. Sejak kecil kita diajar tentang budi pekerti dan etika. Kita juga diajar bahwa harus menjadi anak baik dan berbuat baik agar bisa masuk surga. Tapi apakah perbuatan baik bisa membawa seseorang untuk mendapatkan keselamatan ?
Yeyasa 64:6 menuliskan bahwa kesalehan manusia seperti kain kotor dan orang yang menjamahnya menjadi najis. Kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman, yang diberikan Allah secara Cuma-Cuma dan bukan hasil usaha atau pekerjaan kita (
Efesus 2:8 ). Kekristenan adalah kasih karunia dan keselamatan tidak perlu ditambah dengan perbuatan. Kalau mengerjakan keselamatan dengan hukum Taurat seperti dalam perjanjian lama, kita lepas dari kristus dan kasih karunia. Galatia 5 : 4 Berkata , “ kamu lepas dari kristus, jikalau kam mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup diluar kasih karunia.”
Kata “Dosa” dalam bahasa yunani adalah hamartia yng berarti meleset dari target atau tanda atau menyimpang dari hukum Tuhan / melanggar hukum Tuhan. Jadi dosa adalah tidak melakukan perintah Tuhan sebagaimana mestinya. Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan kemampuan untuk melakukan apa yang semestinya, Saul melakukan sebagian kehendak Tuhan, tetapi Daud melakukan segala kehendak Tuhan pada waktunya.
Roma 6:23 berkata, “sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan Kita.” Dosa harus disucikn dengan darah kristus dan tidak bisa dihapus dengan persembahan manusia. Tuhan Yesus datang ke dunia ini 2.000 tahun yang lalu, naik ke atas kayu salib dan memberi hidup Nya sebagai penebus dosa manusia. Dosa bukan di tutupi tetapi dihapus karena pengorbanan Kristus. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
(2 korintus 5:17).
Hidup yang kekal diberikan kepada anak Nya. Barang siapa menolak anak, akan jauh dari hadirat Tuhan. Roma 10:10 berkata bahwa, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang orang mengaku dan diselamatkan.” Barang siapa yang percaya dan mengaku, akan beroleh keselamatan.
Ibrani 7:26-27, “Sebab imam besr yang demikianlah yang kita perlukan : yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukanNya satu kali untuk selama-lamanya, ketika ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban.”
Dalam perjanjian lama, seorang imam besar harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri. Imam Besar Agung tidak perlu mempersembahkan dirinya berkali-kali. Ketika disalibkan, sebelum menyerahkan nyawaNya, Yesus berkata “sudah selesai” (
Yohannes 19:30). Pengorbanan Tuhan Yesus menyelesaikan semua hutang dosa, cukup satu kali untuk selama-lamanya ketika ia mempersembahkan dirinNya sendiri sebagai korban.
Keimanan dalm Perjanjian Lama adalah menurut versi keimanan Harun, yaitu hanya suku lewi yang menjadi iman. Sedangkan keimanan dalam Perjanjian Baru adalah menurut versi keimanan Melkisedek di mana Yesus kristus adalah Kepala dan Gereja adalah Tubuh Kristus. Rahasianya adalah persekutun antara jemaat dengan kristus, antara pokok anggur dan cabang-cabangnya. “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan kristus dan jemaat.”
(Efesus 5 :32) saat tubuh melekat pada kepala, pengurapan akan turun. Pada waktu ranting meekat pada poko, pasti akan berbuah. Aset gereja adalah milik Tuhan karena Pemimpin dan Kepala Gereja adalah Kristus.
Dosa lahir dari keinginan. Hukum Taurat berkata ‘jangan mengingini’. Selama kita masih hidup dalam daging, dosa masih bekerja. Dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui. Dosa yang diakui dan di ampuni tidak membawa kepada maut. Kalau kita bersalah dan mengaku, Tuhan adalah setia dan adil dan akan mengampuni kesalahan serta pelanggaran kita.
Roma 5:20-21 berkata “Tetapi Hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah supaya sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikia kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”.
Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum taurat. Bangsa israel mengenal dosa setelah hukum Taurat diberikan. Di manan pelanggaran semakin bertambah, di sana kasih karunia juga semakin bertambah. Tapi dengan berlimpahnya kasih karunia, tidak berarti kita boleh bertekun dalam dosa.
Roma 6 :1-2 berkata , “jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya makin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup didalamnya”.
Bagaimana kita menjalankan hidup kekristenan kita ? Setelah selamat, kita harus hidup dalam takut akan Tuhan dan membangun iman kita.
Filipi 2:12 berkata, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”. Keputusan untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar adalah pilihan bebas. Jika memilih untuk berdosa terus dan tidak mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, hal tersebut dapat menyebabkan kita kehilangan kasih karunia.